INFO IKLAN

CATATAN

1.    Usaha Pendirian Radio  sudah dimulai sejak Mei 1989 oleh Keuskupan Sanggau. Fihak Keuskupan meminta bantuan tenaga dari Komsos Samarinda. Maka diutuslah Sdr. Ir. Vinsensius ke Sekadau untuk menjajaki pendirian tersebut. Saat itu, Yayasan Karya juga membuka Sekolah Pertanian  ( SPP ) Karya, dan Pak Ir. Vinsensius “dipinjam” tenaganya untuk menjadi Kepala  SPP sekaligus mengurus pendirian Radio.
2.    Tanggal 30 Mei 1992, Radio Dermaga diresmikan  oleh Gubernur Kalbar,  Parjoko. Peresmiannya dilakukan  di Sambas,  serentak 4 Radio sekaligus  dengan penandatanganan prasastinya saja. Nama lengkap radio ini adalah: PT. RADIO SWARA DERMAGARIA PERSADA CAKRAWALA. Nama di udara: RADIO DERMAGA
3.    Radio  mulai SIARAN dengan dari jam 18.00 -  22.00, equipment siaran sangat terbatas dan manual. Tenaga siarannya adalah Ir. Vinsensius dan  keluarganya (istri dan iparnya), dibantu oleh Sdr. Donatus dan Sance hingga tahun 1994.
4.    Tanggal 1 Juli 1994, Saya mendapat panggilan dari Pastor. Agustinus Agus, Pr (sekarang Uskup Sintang) ditawarkan mengganti posisi Ir. Vinsensius yang mengundurkan diri dan pindah kerja ke Komsos Keuskupan Pontianak. Saya terima tawaran kerja tsb,  kemudian mengikuti training khusus media di Komsos KWI Jakarta selama 5 minggu. Di Jakarta saya bertemu dengan Prof Donald, seorang relawan dari yayasan Jimmy Carter. Karena saya mengerti bahasa Inggris,  saya belajar membuat proposal singkat yang disenangi oleh negara donor. Tanggal 8 Agustus 1994, saya mulai bekerja di Radio Dermaga dengan staf: Sance, Feronika Jine, Yohana Indarti dan Paulus Kudeng.
5.    Tanggal 16 Oktober 1994, Transmitter Radio Dermaga diperbaiki oleh Sdr. Bunyamin dan bulan Desember 1994 waktu siaran diperbanyak. Pelan tapi pasti. Radio ini dikemas sedemikian rupa agar layak siaran. Natal tahun 1994 disiarkan langsung pertama kalinya menggunakan kabel telpon-kerja sama dengan Kantor Telkom) dari Gereja langsung ke studio.
6.    Tanggal 3 Januari 1995, siaran dimulai jam 05.00 – 21.30. Juni 1995, Radio Dermaga mendapat bantuan KOMPUTER dari keuskupan Sanggau. Saya merekrut kembali Sdr. Donatus yang sudah berhenti beberapa waktu lalu sebelum saya menjabat.

7.    Dengan bantuan computer, saya mulai mengontak TURIS yang pernah saya bantu (saya jadi tour guide di Sintang) dari Belanda, Belgia, Jerman, Inggris, Amerika, memberi kabar bahwa saya sudah ganti kerjaan dari pemandu turis menjadi pemimpin media rakyat. Saya juga menulis surat dalam Bahasa Inggris kepada hampir semua Kedutaan Eropa dan Amerika serta Korea Selatan, India dan Jepang untuk meminta informasi tentang Negara mereka. Banyak dari Negara-negara tersebut membalas dengan mengirimkan data-data, informasi, foto, majalah.
8.    Tgl 6-13 Juni 1997 saya mengikuti Training Penanggung Jawab di Bogor dan di sana saya mendapat tawaran transmitter FM untuk siaran lapangan dengan harga 2 juta rupiah dan langsung saya menelpon Pastor Fritz Budmiger OFM cap selaku ketua Komsos Keuskupan Sanggau. Sejak saat itu, radio Dermaga menyiarkan misa mingguan dan misa hari-hari besar dari Gereja Sto. Petrus dan Paulus Sekadau. Acara siaran langsung 17 Agustus dan event-event penting lainnya pun disiarkan secara langsung.
9.    Tanggal 20 Juni 1997, Keuskupan Sanggau membelikan EQUIPMENT baru berupa TRANSMITTER OMNITORNIC 1000 WATT, MIXER, MICHROPHONE  dari PT Prindu Auvin Jakarta. . Pemancar lama dipakai untuk radio Aries Sanggau. Program siaran diperbaharui dengan menambah PROGRAM KHUSUS, yaitu ACARA TALKSHOW mingguan dan bulanan. Program ini menarik perhatian masyarakat sebab melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dalam mengupas perbagai masalah social. 
10.    Tanggal 6 Agustus 1999, saya mendapatkan FAXCIMILE berbahasa Inggris dari kedutaan Denmark tentang peluang bekerja sama siaran dengan tema PEMANTAPAN DEMOKRASI DI INDONESIA MELALUI RADIO LOKAL. Menindak lanjuti hasil pemilu 1999. Saya mengontak Kedutaan Denmark dan berhasil mendapat formulir isian dalam bahasa Inggris. Tanggal 2 Oktober 1999, Radio Dermaga mendapat kunjungan dari LSM Jakarta dalam rangka meninjau kesiapan radio Dermaga mengikuti penilaian Kedutaan Denmark. Salah satu utusan tersebut alumnus Universitas Parahyangan, Andy, seangkatan dengan saya. Dia mengatakan bisa merekemondasikan kepada kedutaan supaya radio ini menjadi salah satu calon penerima.
11.    Tanggal 29 Desember 1999, saya mendapat telpon dari Kedutaan Denmark bahwa radio Dermaga menjadi satu-satunya Radio yang mendapatkan KERJA SAMA di Kalimantan dan selanjutnya Radio ini diminta menjalin komunikasi dengan fihak UNESCO di Jakarta. UNESCO menjadi wadah kerjasama selanjutnya… 

12.    Tanggal 25 Mei 2000, peralatan bantuan untuk kerja sama dikirim oleh Unesco berupa computer IBM 2 buah, tape Maranth 3 buah, Printer 1 buah, peralatan internet, michropone 10 buah, lengkap dengan peralatan wartawan, buku-buku panduan wartawan. Dana 500 USD untuk membayar internet dan tenaga teknis 6 bulan. Kontrak kerjasama dalam bahasa Inggris ditandatangani bersama konsultan Unesco dari Denmark dan Direktur UNESCO JAKARTA. 

13.    Tanggal 26 Juli 2000, Konsultan Unesco bernama Torben Brant berkunjung ke Radio meninjau alat-alat bantuan Unesco. 
14.    Tanggal 22-27 Juli 2000, Sdr. Donatus dan Pastor Fidelis Pr mengikuti training di Radio ANDALUS  Malang dalam rangka mengikuti program kerjasama dengan UNESCO-DANIDA (Kedutaan Denmark)
15.    Tanggal 28-31 Mei 2001,  radio Dermaga mendapat kunjungan Wakil Dubes Denmark Torkild  Borre dan konsultan UNESCO yang baru (Mr. Per Osterlund) untuk Indonesia. Kunjungan ini dimeriahkan oleh fihak radio atas dukungan masyarakat dan fans radio di gedung Kateketik Sekadau, Muspika dan tokoh masyarakat di undang diacara tersebut. Hadir pula Pastor Frizt Budmigger OFM Cap bersama Pak Drs. Kiteng. Juga hadir Pak Nurhadi SIP, selaku Sekcam Sekadau Hilir..
16.    Sejak saat itu radio lebih dari 10  kali  mengikuti training tahunan yang diadakan oleh UNESCO-DANIDA di sejumlah tempat di Indonesia dan kebanyakkan di Jakarta. Sdr. Kudeng dan Donatus secara bergantian mengikuti bersama saya. Proyek Unesco berakhir tahun 2003, namun anggota jaringan radio yang berjumlah 30 station bergabung dalam JRLD Jaringan Radio Lokal untuk Demokrasi, saya sendiri ditunjuk sebagai wakil ketua Bidang Funding dana luar negeri. Jaringan ini berusia hingga Desember 2005.
17.    Tahun 2001, sebagai hasil kunjungan Wakil dubes Dernmark, Radio Dermaga menjalin kerjasama khusus dengan KEDUTAAN DENMARK di Jakarta untuk proyek pelestarian Budaya Lokal dengan program Voice of Indigenous people (Gong Masyarakat Adat). Bantuan dana bulanan sebsar Rp. 1 juta .500 ribu dari Kedutaan dimanfaatkan untuk biaya rekaman cerita rakyat, pembuatan ruang rekaman studio, kegiatan off air (pertemuan budaya radio) dan cost lainnya. Kerjasama berlangsung hingga Desember 2003 (selama 2 tahun). Hasilnya: direkam 100 cerita, lagu dan pantun rakyat, beserta transkripnya dalam bentuk buku, 24 kali pertemuan.  GMA dan pertunjukan budaya di radio, pembuatan ruang editing dan pemasangan atap aula pertemuan.

18.    Tanggal 7 Januari 2002, atas saya lobi  Kantor  berira radio KBR 68H di Jakarta, dan mendapat kerjasama dengan JARINGAN BERITA RADIO KBR 68 H JAKARTA berupa siaran, digital satu set untuk merilay berita. Saya juga berhasil mendapatkan TRANSMITTER 3000 WATT buatan lokal dengan nilai sekitar 75 juta rupiah dari KBR 68H sebagai bagian  pilot project 3 JARINGAN UTAMA INDONESIA, satu di Balikpapan Kaltim dan satu lagi  di Dumai, Sumatra. (Semula KBR 68H berniat membangun radio lintas batas di Putusibau. Namun saat saya mengantar wartawan ke Putusibau, saya ajak singgah ke radio Dermaga untuk melihat perkembangan radio ini. Wartawan yang bernama Eko ini terkesan dengan manajemen radio Dermaga. Setelah sampai di Putusibau, wartawan tersebut menelpon Direksi KBR 68H Jakarta, menyarankan agar KBR 68H memberikan transmitter kepada radio Dermaga yang dinilai alayak mendapat tambahan alat siaran)… tanggal 20 April 2002, peralatan bantuan datang dari Jakarta beserta teknisinya.
19.    Menyambut ULTAH RADIO ke- 9 tanggal 30 Mei 2001, diadakan berbagai acara, olah raga dan seminar sehari. Bapak Simon Petrus S. Sos selaku Kabag Ekon Kabupaten Sanggau, hadir sebagai narasumber, juga Professor Jame T. Collin, guru besar Universitas Malaysia Kualalumpur. Profesor ini sedang penelitian// riset budaya dan bahasa sungai Sekadau dan sering berkomunikasi dengan saya.
20.    Akhir tahun 2002, saya menulis surat kepada Bapak Uskup Sanggau, untuk meminta rekomendasi saya dan radio Dermaga menjadi ANGGOTA SIGNIS INDONESIA. (Saya sudah kenal organisasi ini saat saya masih kerja di Sintang). Tanggal 28 Februari 2003 Radio Dermaga diterima secara resmi menjadi angota SIGNIS INDONESIA dengan 27 dukungan suara, 2 abstain (dari 29 anggota). Rapat berlangsung di Semarang Jawa Tengah. Tahun 2006 mengajukan grant dan September 2007 dikabulkan melalui rekening Keuskupan Sanggau.
21.    Awal persiapan pemekaran kabupaten Sekadau, PANITIA PERSIAPAN PEMEKARAN KABUPATEN SEKADAU menjadikan radio ini sebagai sarana sosialisasi. Saya sendiri duduk sebagai ketua atau kordinator HUMAS PEMEKARAN. Event penting proses pemekaran dalam kurun waktu 2002-2005 hampir selalu disiarkan secara langsung dengan imbalan seadanya. 
22.    Bulan Maret 2003,  saat  Sekadau menjadi Kabupaten, saya proaktif mengadakan pendekatan mencari serta mencoba membangun kerjasama dengan Pemda dan DPRD. Tujuan saya agar radio kelak bisa menjadi media  pilihan penyiaran berita dan informasi Pemda dan DPRD…
23.    Tanggal 30 April 2003, radio mendapat kunjungan tamu wartawan dari Kopenhagen, juga dari Perancis, Jerman, Amerika dan Canada. Tujuan mereka sebenarnya ke tempat lain. Diajak mampir ke radio dan berdialog dengan saya. Bahkan  CUSO, Canada menawarkan bantuan teknis pembuatan program radio.
24.    Tanggal 26 Maret 2003 UNESCO merekomendasikan Radio Dermaga sebagai penerima bantuan peralatan satu set computer yang berisi program TEKNOLOGI TEPAT GUNA kepada Kementrian Riset dan Teknologi Jakarta.  Radio Dermaga kembali menjadi 1 dari 3 radio pilihan. Radio di Madiun dan yang satunya lagi Radio swasta di Padang.
25.    Untuk mendukung kelanjutan  program pelestarian budaya dan pelestarian hutan, saya menjalin kerjasama dengan sanggar budaya, SAWEE. Pertemuan bulanan dan pertunjukan budaya diadakan di aula radio. Ini menjadi penerus acara Gong Masyarakat Adat…
26.    Tanggal 20 Maret 2005, dibentuk Group Mandarin Radio Dermaga. Saya berhasil melobi dan mendapat peralatan karaoke senilai Rp. 16 .juta rupiah,   sumbangan dari penggemar karaoke. Kemudian ditambah program khusus hari minggu, KARAOKE LIVE, menggunakan sarana bantuan grup mandarin. Saya sendiri sebagai ketua grup. Sejak saat itu, 4 kali seminggu diadakan acara karaoke. Tamu utama adalah Bapak Kapolres Sekadau, Hutagaul. 
27.    Tanggal 18 November 2005: Merayakan  Ulang Tahun Bupati Sekadau,Simon Petrus diradio Dermaga Jalan Rawak no.26(radioAM). Acara ini membuat heboh warga Sekadau, karena pertamakali yang mau dan mampu membuat acara sederhana tetapi sangat bermakna. Hanya Radio yang merayakan Ultah Bupati sebab saya tahu tanggal Ultah Pak Simon saat beliau menjadi narasumber dialog Ultah Radio ke-10 (saat itu {Pak Simon masih menjabat Kabag Ekon Pemda Sanggau)




28.    Tanggal 30 Maret 2007, saya atas nama radio Dermaga terpilih sebagai Ketua Tim Screening SIGNIS INDONESIA di Surabaya, yang bertugas memeriksa dan merekomendasi semua proposal 30 anggota media Katolik Indonesia, (diantaranya PUSKAT JOGJA, SANGGAR PRATHIVI JAKARTA, KOMSOS Keuskupan Agung Jakarta, dll). Pertemuan tahun SIGNIS diadakan setiap tahun sekali dengan program training media setahun sekali. Tahun 2004, Mbak Ika mengikuti training di Pontianak, tahun 2007, Mbak Ana (di Jakarta). Maret 2008, rapat SIGNIS di Bali.

29.    Tanggal 25-28 Juni  2008, saya mengikuti training radio bidang Marketing  di Makasar. Selesai training, atas undangan teman saya mantan Ketua P2KP di Kab.Sekadau, pak Yarris, saya berkunjung ke Palu untuk sosialisasi  tentang CU di ke Kabupaten Poso serta Kabupaten Morowali selama 4 hari. Saat kembali ke Palu, Saya berkunjung ke salah satu radio news yang siarannya cukup dikenal di kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah…Pemilik radio ini kebetulan salah satu peserta training di Makasar. Sarana siaran lebih sederhana dari Sekadau.  
30.    Syukur kepada Tuhan, karena saya diberi kesempatan menuai apa yang  saya tanam.....Kegiatan siaran reportase radio Dermaga, dialog/talkshow, live events, dll,  akhirnya  membuahkan hasil. Atas lobi dan pendekatan saya dengan Bupati, Ketua DPRD, KPUD, para Kepala Dinas/Badan/kantor,  Sekretariat Daerah Pemkab menyetujui program kerjasama dengan radio  sebanyak 50 juta rupiah. Dalam MoU disebutkan kewajiban fihak radio untuk membuat  reportase, dialog radio dengan pemerintah dan DPRD dan KPUD. Setiap sidang yang terbuka untuk umum, akan disiarkan langsung kepada masyakat.  Ini adalah semacam kompensasi ...atas apa yang sudah kami lakukan selama ini....di tahun 2008, mulai berbuah...
31.    Radio Dermga secara intensif memberitakan pembangunan yang dilakukan oleh Pemda Sekadau. Secara rutin saya mengundang semua dinas untuk acara dialog di radio, termasuk Bupati dan Wakil Bupati-Asisten.  Pelan tapi pasti, saya mengarahkan program radio menjadi Radio Hiburan dan Informasi dengan CALL SIGN “RADIO DERMAGA, MEDIA HIBURAN DAN INFORMASI”. Saat berbincang dengan Bupati di rumah kediamannya, (Agustus tahun 2008),  saya menyampaikan bahwa kualitas radio sudah menurun, apa lagi kondisi PLN yang semakin parah. S uatu malam  Pak Bupati telpon saya,sambil bertanya tentang besarnya biaya untuk mendirikan Radio FM. Saya langsung sampaikan sebesar 150 juta. Bupati akan menambahankann pada  ABT tahun 2008. Saya diminta membuat proposal dan memberitahu Bapak Uskup. Proposal bernilai 150 juta rupiah, untuk transmitter dan tower FM.. Saat ini saya masih menunggu hasil evaluasi DPRD.  
32.    Training tahun 2008 : Training Radio 68H-PPMN diadakan di Hotel Mahkota Pontianak, diikuti oleh reporter Radio Dermaga, Paulinus Kudeng  dan radio anggota PRSSNI Kalbar dan Kaltim, bulan Oktober 2008. 
33.    Tanggal 5 Oktober 2009, perjanjian kerjasama MoU dengan pemerintah Kabupaten Sekadau untuk bidang Pemberitaan DITANDATANGANI oleh Pimpinan Radio Dermaga, Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Umum. Uang tersebut rencana untuk mendirikan radio FM. Namun anggaran tidak  bisa dipergunakan karena diambil alih oleh Keuskupan Sanggau.  Hal ini saya sampaikan kepada Bupati. Pak Simon selaku Bupati berjanji akan membuat kerjasama lagi di tahun berikutnya.
34.    Di awal  tahun 2009, saya menjilid dokumen radio setebal hampir 100 halaman. Dokumen ini  berisi berbagai  laporan  siaran radio sejak 2005-2010, dalam bentuk transkript dan foto-foto liputan yang menggambarkan kegiatan Bupati Sekadau, Pak Simon bersama Pemda dalam membangun Sekadau.
35.    Bulan Oktober  2009, Radio Dermaga secara intensif menyiarkan output pembangunan dan komentar masyarakat tentang pembangunan. Lebih dari 40 narasumber diwawancarai dalam kurun waktu 5 bulan....Oleh sebagian orang program ini disebut KAMPANYE TERSELUBUNG BUPATI SEKADAU melalui Radio Dermaga...(kata Pak Paulus...salah seorang tokoh masyarakat)... 
36.    Tanggal 3 Maret 2010 saat Rapat tahunan Anggota SIGNIS di Makasar ,  saya keluar dari SIGNIS dan  saya menyatakan akan berhenti dari radio lama serta bertekad  mendirikan radio baru. Saya ceritakan kepada anggota alasan berhenti.
37.    Bulan Juni 2010 Bupati Sekadau mengabulkan proposal kedua untuk pembangunan/pendiran radio baru. 

MENDIRIKAN RADIO BARU: DERMAGA 100,9 FM
38.    Pada  tgl 14 Februari 2011 .Saya melaporkan kepada Ketua Komsos KWI tentang dana yang tidak bisa saya pergunakan sesuia dengan ajuan proposal.  Sebelumnya saya mendapat 17.072 U$. Namun hanya 15.702 U$ ditahan oleh Keuskupan Sanggau. Tanggal 23 Maret 2011 saya menulis surat pernyataan BERHENTI dari radio keuskupan Sanggau.
39.     Tanggal 1 Maret 2011, saya bersama Ika, Ema, Marius Luwi dan Moktar mendirikan radio baru bernama PT. DERAP MARGA DIRGANTARA 100,9 FM di singkat RADIO DERMAGA. Saya memegang saham terbesar, kemudian Ika, serta 3 lainnya sama persentasenya. 31 Maret kami pindah ke lokasi baru di jalan Sanggau.
40.    Cover area radio di Frekuensi FM  ini hampir mencakup semua Kabupaten Sekadau. Siaran radio juga bisa didengar melalui Radio streaming www.dermagafm.mediax9.com.  Fokus program adalah SOSIALISASI GLOBAL WARMING dengan target audience masyarakat adat dan perkotaan.  Feronika Jine sebagai Kepala Studio,dibantu Bung Sance, Ema, Luwi,Moktar, 
41.    Tanggal 8 Maret 2012 dibentuk KOMUNITAS GO GREEN RADIO DERMAGA FM SEBAGAI GERAKAN SOSIAL LINGKUNGAN UNTUK MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL. 10 Juni bekerjasama dengan Dinas PU,PKK dan IWAS melakukan bakti sosial di kota Sekadau mengumpulkan sampah ..Bekerjasama dengan JKPP Bogor, IMP Sekadau,PNPM Kab Sekadau.
42.    Bulan Mei saya mendapat kunjungan Guru SMK Negeri 1 Sintang yang ingin meniitipkan siswa-siswinya Magang di Radio mulai Juli 2013...
43.    Tanggal 30 Juni 2013 program partisipasi pendengar dengan menggunakan program SMS OTOMATIS yang saya dapatkan dari rekan saya di radio KBR Jakarta.
44.    Awal tahun 2013 membangun gedung milik sendiri di Jalan Rawak dan tanggal 17 Juli sampaisekarang Radio mulai siaran di gedung baru.Lokasi ini terletak 51 m di atas permukaan laut dengan titik kordinat S 000º 00’104 E 100º 53º24,3.
45.    Tanggal 21 November 2013 merayakan Ulang Tahun (tgl ultah18 November) Bupati Sekadau,Simon Petrus di Radio Dermaga untuk kedua kalinya.Hadir dalam acara tersebut Camat Nanga Taman, sejumlah Tokoh masyarakat. 
46.    Tanggal25 April 2014, berkat kerjasama dengan USAID Kinerja-Bappeda, radio Dermaga siaran khusus dengan Tim PKBI di mana Pak Jarot (Bupati Sintang saat ini) menjadi ketua Tingkat Propinsi,juga tamu dari Australia.
47.    Tanggal 24 Mei malam hari, tahun  2014, mengundang Bapak Wakil Bupati (Rufinus) ke Radio Dermaga bersama sejumlah tokoh masyarakat untuk dialog khusus tentang pencalonan beliau menuju KB 1 (bupati).
48.    Tahun 2015 menjalin kerjasama khususdengan KPUD untuk siaran pemilihan Bupati Sekadau.
49.    Mei-Juli 2016: Crew Radio beserta siswa prakerin dari SMKN Sintang bidang broadcasting angkatan ke-5  disibukan dengan kegiatan Gawai Dayakke-7 karena saya terpilih menjadi Ketua Panitia...
50.    Bulan Juli 2016 Radio mendapat kunjungan khusus Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah . Bulan September dibuat MoU penyiaran informasi Kab.Sekadau berupa siaran info pembangunan Kab. Sekadau dan dialog/talkshow.
51.    September 2016 PROYEK  JALAN  akses ke radio dikerjakan pak Brayan  yang anggarannya berasal dari  anggaran Dinas PU.
52.    Oktober – November 2016, proposal penulisan buku dikabulkan oleh BPKAD dan saya berhasil  mencetak 25 cerita rakyat yang sebagian besar sudah dikumpulkan melalui program bantuan kedutaan Denmark tahun 2002.Buku yang dicetak 400 eksemplar. Buku-buku tersebut disimpan di kantor Arsip dan Perpustakaan dan beberapa dibagikan ke  SD...
53.    Tanggal 8 Desember 2016 menjalin kerjasama dengan PT.BIO UP Series untuk pemasarann dan penjualan BIO7 dan produk lainnya.
54.    Tanggal 9-14 Januari saya mengikuti pertemuan produk PT.Bio UP Series  di Banjar Baru Kalsel. Perjalanan darat selama 2 hari menuju Banjarmasin. Perjalanan darat dipilih untuk  melihat dan melewati Kalteng, Kalsel via wilayah Kabupaten Ketapang. Ternyata infrastruktur di propinsi tetangga ini lebih maju selangkah dari Kalbar. 
55.    Tanggal 25 Februari 2017, radio Dermaga sudah bisa didengar melalui aplikasi  android di playstore dengan download “dermaga fm”,hanya 8 kb yang terpakai...Hal ini sangat berguna untuk marketing....
56.    Bulan Maret 2017 ditandatangani MoU dengan BPKAD untuk siaran sosialisasi APBD semua SKPD sesuai dengan surat Bupati Sekadau sebagai pelaksanaan UU no23 tahun 2014 pasal 393. Juga siaran info Kab. Sekadau dan acara dialog.
57.    Sejak Juni 2014 hingga 2017, saya ditunjuk sebagai kordinator lomba cerita rakyat. Hal ini karena pengalaman saya di radio yang sudah mendokumentasikan berbagai macam unsurbudaya lokal.....
58.    Rencana akhir tahun ini membuka radio baru di Sanggau untuk menyasar konsumen produk Bio Up Series, Bio7 cs di kota dan kabaupaten Sanggau..semoga terrealisasi...
© Copyright 2017 Radio Dermaga Sekadau 100.9 FM - All Rights Reserved - Distributed By Artworkdesign - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger